Selasa, 27 Oktober 2020

Dasar-dasar packet tracer

 Tugas 1 

Menghubungkan laptop ip kelas c  hanya menggunakan kabel cross. 



Tes apakah terkoneksi dengan tes ping di CMD dari laptop dengan ip 192.168.10.10 ke 192.168.10.11





Tugas 2

Buatlah jaringan komputer sederhana dengan menggunakan 5 buah Laptop dan 1 buah switch. Serta pastikan semua Device tersebut saling terkoneksi




Pada bagian ini saya buat ip addressnya yaitu :

Laptop 1 192.172.10.50

Laptop 2 192.172.10.51

Laptop 3 192.172.10.52

Laptop 4 192.172.10.53

Laptop 5 192.172.10.54



lalu cekn koneksi agar terkoneksi satu sama lain.





Tugas 2

Buatlah jaringan komputer sederhana dengan menggunakan 4 buah Laptop dan 1 buah switch. Lakukan pengujian untuk melihat apakah semua perangkat masih dapat terkoneksi..

Tes apakah terkoneksi dengan tes ping di CMD dari laptop dengan ip 172.168.10.21 ke 172.168.10.22

Tes apakah terkoneksi dengan tes ping di CMD dari laptop dengan ip 172.168.10.21 ke 172.168.10.23

Tes apakah terkoneksi dengan tes ping di CMD dari laptop dengan ip 172.168.10.21 ke 172.168.10.24





Adapun penjelasan melalui video :





Muhamad Fikrinoor Jayalaksana
17190053
17.3A.01



Rabu, 21 Oktober 2020

TOPOLIGI

 Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun yaitu jaringan, node, link dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 6 kategori utama seperti di bawah ini.

  1. Topologi Bintang (Star)
  2. Topologi Cincin (Ring)
  3. Topologi Bus
  4. Topologi Jala (Mesh)
  5. Topologi Pohon (Tree)
  6. Topologi Linier

1. Topologi Bintang (Star)

Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah. Topologi bintang atau yang sering disebut topologi star menggunakan hub/switch sebagai node tengah untuk saling terhubung satu sama lain dari client server menuju ke server atau sebaliknya.

  • Kelebihan topologi bintang (star) :
    • Tingkat keamanan termasuk tinggi dan tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk
    • Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam jaringan yang menggunakan topologi star tanpa mengganggu aktivitas jaringan yang sedang berlangsung.
    • Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka komputer tersebut tidak akan mengganggu seluruh komputer lain pada jaringan star ini.
    • Biaya yang murah dalam penerapannya (implementasi) serta bisa menangani banyak komputer client sekaligus.
  • Kelemahan topologi bintang (star) :
    • Jika node pusat mengalami kerusakan maka seluruh rangkaian pada jaringan ini akan berhenti beroperasi.
    • Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu node pusat.
    • Jumlah terminal terbatas karena tergantung dari port yang ada pada hub atau switch
    • Lalu lintas yang padat dapat menyebabkan jaringan ini bekerja lebih lambat.
    • Biaya jaringan lebih mahal daripada topologi jaringan bus atau ring.

2. Topologi Cincin (Ring)

Topologi cincin (ring) adalah suatu skema aturan konsep maupun tata cara yang digunakan sebagai penghubung satu komputer pada komputer yang lainnya. Rangkaian yang dimilikinya berbentuk titik-titik yang terhubung dengan kedua jenis titik lainnya dalam jaringan yang sama. Fungsi dari titik tersebut yaitu sebagai repeater untuk memperkuat sinyal sirkulasi.

  • Kelebihan topologi cincin (ring) :
    • Dapat dirancang dengan mudah.
    • Biaya lebih murah.
    • Memiliki performa yg baik.
    • Mudah melakukan pelacakan.
  • Kelemahan topologi cincin (ring) :
    • Adanya kesalahan pada satu node.
    • Proses memiliki kesan yg kaku.
    • Proses pengiriman data tergantung jumlah titik.

3. Topologi Bus

Topologi bus adalah sebuah topologi yang merupakan cara dalam jaringan komputer dalam menghubungkan suatu jaringan satu dengan yang lainnya menggunakan kabel tunggal yang menghubungkan ke client dan server.

  • Kelebihan topologi bus :
    • Irit kabel, karena menggunakan kabel tunggal sebagai media transmisinya sehingga terpusat.
    • Instalasi tergolong cukup mudah karena layout yang cukup simple.
    • Mudah untuk dikembangkan karena jika akan menambah client maupun server tidak akan mengganggu komputer lain.
    • Kecepatan pengiriman data yang tinggi.
    • Irit biaya karena irit kabel.

  • Kelemahan topologi bus :
    • Jika terjadi kesalahan dapat mengganggu komputer lain yang terhubung dengan kabel utama.
    • Sulitnya melakukan perawatan jaringan jika skalanya besar.
    • Karena menggunakan kabel tunggal sebagai media transmisinya maka lalu lintas data cukup padat.
    • Sering terjadi tabrakan data.

4. Topologi Jala (Mesh)

Topologi Jala (Mesh) adalah suatu jaringan komputer dimana bentuk koneksi antar perangkat komputer saling terhubung secara langsung satu dengan yang lainnya dalam satu jaringan.

  • Kelebihan topolgi jala (mesh) :
    • Topologi Mesh mampu mendeteksi kesalahan atau gangguan dalam jaringan dengan cepat.
    • Keamanan data yang di-sharing dalam jaringan topologi Mesh dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan.
    • Jika salah satu komputer dalam jaringan bermasalah, komputer lainnya tidak akan terpengaruh.
    • Pada topologi mesh terdapat hubungan dedicated link dimana data dapat dikirim ke komputer tujuan lebih cepat tanpa melalui komputer lainnya.
  • Kelemahan topologi jala (mesh) :
    • Proses instalasi topologi mesh cukup rumit dan harus dilakukan oleh tenaga ahli di bidang computer network.
    • Topologi Mesh membutuhkan biaya yang lebih besar dibanding topologi lainnya karena memakai banyak kabel.
    • Proses konfigurasi ulang pada masing-masing komputer dan peralatan lainnya (misalnya port I/O) cukup merepotkan.
    • Biaya perawatan topologi mesh cenderung lebih besar.

5. Topologi Pohon (Tree)

Topologi tree adalah gabungan dari topologi star dengan topologi bus. Untuk kedua gabungan tersebut berada pada satu jaringan yang mana keduanya menjadi kumpulan dari topologi star yang telah dihubungkan pada topologi bus. 

  • Kelebihan topologi pohon (tree) :
    • Memiliki jaringan yang lebih besar.
    • Mempunyai akses segera.
    • Memiliki keterbatasan titik.
    • Memiliki manajemen data yang baik.
  • Kelemahan topologi pohon (tree) :
    • Dapat melumpuhkan semua jaringan.
    • Pengelolaan yang tergolong sulit.
    • Biaya yang lebih banyak.
    • Memiliki konfigurasi dan perawatan yang sulit.

6. Topologi Linear

Topologi linier biasa disebut dengan topologi linier bus / runtut, layout ini termasuk layout umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator.

  • Kelebihan topologi linear :
    • Mudah dikembangkan.
    • Membutuhkan sedikit kabel. 
    • Tidak butuh kendali pusat.
    • Tata letak kabel sederhana. 
    • Pengurangan atau penambahan terminator (penamat) dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
  • Kelemahan topologi linear :
    • Isolasi dan deteksi kesalahan sangat kecil 
    • Kepadatan lalu lintas cukup tinggi 
    • Keamanan data yang kurang baik 
    • Bila jumlah pemakai bertambah kecepatan akan menurun 
    • Diperlukan pengulang (repeater) untuk jarak jauh



Penjelasan melalui video https://www.youtube.com/watch?v=An6yg7MlZiI&feature=emb_logo




Muhamad Fikrinoor Jayalaksana
17190053

Rabu, 14 Oktober 2020

Pengertian Dan Fungsi Kabel Straight dan Kabel Cross [Cara Pemasangan ]

 Pengertian Kabel Straight

Kabel straight adalah kabel LAN yang berfungsi untuk menghubungkan 2 device atau perangkat yang berbeda. 



Fungsi Kabel Straight

Menghubungkan Komputer dengan Switch.

Menghubungkan Switch dengan Router.

Menghubungkan Hub dengan Router.

Menghubungkan Modem dengan Router.

Menghubungkan Modem dengan Komputer.


Susunan Kabel Straight

Kabel ini memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu  dengan ujung yang lainnya. Jika kamu membuat kabel tipe ini maka kedua ujungnya memiliki susunan warna kabel seperti berikut.


Susunan Kabel Straight

Susuna Kabel Straight

Susunan kabel straight yaitu :

Putih Orange

Orange

Putih Hijau

Biru

Putih Biru

Hijau

Putih Coklat

Coklat



Pengertian Kabel Cross

Kabel cross atau cross over merupakan kabel lan yang berfungsi untuk menghubungkan dua device atau perangkat yang sama.



Fungsi Kabel Cross

Menghubungkan PC dengan PC.

Menghubungkan Hub dengan Hub.

Menghubungkan Switch dengan Hub.

Menghubungkan Komputer dengan Router.

Menghubungkan Switch dengan Switch.


Susunan Kabel Cross

Kabel jenis ini memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung dua. Jika tadi kamu membuat kabel straight kedua ujungnya harus sama maka jika kamu membuat kabel cross maka salah satu ujungnya harus kamu susun seperti dibawah ini :


Susunan Kabel Cross

https://hidayatriyan798.files.wordpress.com/2013/06/imagestty.jpg
Susunan Kabel Cross 

Susunan kabel cross yaitu :

Putih Hijau

Hijau

Putih Orange

Biru

Putih Biru

Orange

Putih Cokelat

Cokelat



Cara Pemasangan Dari Awal Kabel



Bahan - Bahan Yang Di Perlukan :

Kabel UTP

Kabel UTP


RJ 45

RJ 45




Tang Crimping

Tang Crimping




LAN Tester

LAn Tester


Proses Pembuatan Kabel :


Kupas Ujung kabel kira – kira 2 cm jangan sampai kabel dalamnya terpotong

Lenturkan kabel dan luruskan kabel


https://hidayatriyan798.files.wordpress.com/2013/06/kabel-rj45-straight.png
Urutan Kabel 1 & Kabel 2 Sama

Urutan Kabel Straight


urutan cross

Urutan Kabel Cross

Urutan kabel tergantung ingin membuat string atau cross over


Urutkan kabel lalu potong dengan rata sesuai ingin membuat string atau Cross over seperti gambar diatas


Pastikan urutannya sudah benar dan posisi timah nya mengarah ke anda pada saat memasang



Lalu masukan kabel seperti gambar di atas masukan sampai ujung RJ -45 lalu tang crimping RJ – 45 pastikan Kabel tidak kendor pada saat melakukan Proses tang




Jika sudah coba tes kabel lan yang sudah anda buat menggunakan lan tester colokan kedua ujung lalu nyalakan pastikan semua lampunya menyala jika ada yang tidak menyala artinya kabel lan tersebut tidak bisa dipakai atau gagal


Muhamad Fikrinoor Jayalaksana

17190053

Jaringan Komputer 17.3A.01

Kamis, 01 Oktober 2020

Perangkat Jaringan

Dalam membangun sebuah sebuah jaringan jaringan jaringan jaringan komputerkomputer komputer yang yang lebih lebih besar terdapatterdapat terdapat terdapatbeberapa beberapabeberapa device yang device yang device yang device yang device yang device yang harus digunakan digunakan digunakan seperti seperti :

1. Hub

 Hub merupakan perangkat keras yang sangat penting dalam jaringan komputer, Hub sangatmempengaruhi proses koneksi antar komputer sehingga jika Hub mengalami kerusakan maka seluruh jaringan komputer akan terputus dan terganggu.

Hub berfungsi sebagai peragkat keras penerima sinyal dari sebuah komputer dan merupakan titik pusat yang menghubungkan ke seluruh komputer dalam jaringan tersebut. Hub juga berperan sebagai penguat sinyal kabel UTP, konsentrator dan penyambung.

                                                 


2. Switch

Switch merupakan perangkat yang biasa digunakan sebagai konsentrator pada jaringan dengan topologi star. Konsentrator disini berfungsi sebagai penerima dan mengirim data dari komputer sumber ke komputer tujuan. Selain switch ada juga perangkat lainnya yang memiliki fungsi dasar yang sama, yaitu Hub. Namun, karena banyaknya kekurangan hub dibandingkan switch, membuatnya mulai ditinggalkan.

3 Fungsi Utama Switch Pada Jaringan Komputer

Fungsi utama pada Switch :

- Sebuah Switch membuat keputusan berdasarkan keputusan destination port atau tujuan dari port     yang diakses.

- Sebuah Switch menyimpan sebuah tabel yang digunakan untuk menentukan bagai mana caranya merusakan lalulintas jaringan.

- Cisco Switch melakukan forward Frame Ethernet berdasarkan tujuan alamat MAC Address dari freme

        

Hub memiliki tingkat keamanan lebih rendah dari pada switch. Swicth memakai sistem seleksi terhadap komputer yang terhubungnya dengan berupa MAC address, hal ini memungkinkan jika ada MAC address yang dapa menimbulkan masalah pada jaringan dapat diblok.

 

3. Router

Router ini adalah semacam perangkat keras pada jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan, baik itu jaringan yang sama maupun jaringan yang berbeda dari sisi teknologinya.

Router juga suatu hardware jaringan komputer yang berfungsi untuk mengirimkan paket data melalui jaringan atau internet dari satu perangkat komputer ke perangkat lainnya, dimana proses tersebut disebut dengan routing.
 3 Fungsi Router, Pahami Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Modem

Desain Jaringan Hirarki

Network Hierarchy atau hirarki jaringan adalah alat tingkat tinggi yang berguna untuk merancang infrastruktur jaringan yang handal, terukur, dan hemat biaya. Pada bagian ini akan belajar tentang access, distribution, dan core layer dan peran mereka dalam model hirarki jaringan.

Sebuah desain jaringan hirarki membagi jaringan ke dalam lapisan diskrit. Setiap lapisan atau tier, dalam hirarki menyediakan fungsi tertentu yang mendefinisikan perannya dalam jaringan secara keseluruhan. Ini membantu desainer jaringan dan arsitek untuk mengoptimalkan dan memilih yang tepat perangkat keras jaringan, perangkat lunak, dan fitur untuk melakukan peran spesifik untuk lapisan jaringan. model hirarki berlaku untuk LAN dan desain WAN.

Manfaat dari membagi jaringan datar menjadi lebih kecil yaitu blok lebih mudah dikelola bahwa lalulintas lokal tetap lokal. Hanya lalulintas yang diperuntukkan untuk jaringan lainnya dipindahkan ke lapisan yang lebih tinggi 

 

Accsess Layer

Dalam lingkungan LAN, Access Layer atau lapisan akses disorot perangkat hibah akhir akses ke jaringan. Dalam lingkungan WAN, mungkin memberikan teleworkers atau situs remote akses ke jaringan perusahaan di seluruh koneksi WAN.

Seperti ditunjukkan dalam Gambar 1, lapisan akses untuk jaringan bisnis kecil umumnya menggabungkan Layer 2 switch dan jalur akses menyediakan konektivitas antara workstation dan server.

 

Gambar 1

Access layer menyajikan sejumlah fungsi, termasuk :

·         Layer 2 switching

·         Ketersediaan tinggi

·         Port keamanan

·         Klasifikasi QoS dan menandai dan batas-batas kepercayaan

·         Address Resolution Protocol (ARP) inspeksi

·         Virtual daftar kontrol akses (VACLs)

·         Spanning tree

·         Power over Ethernet (PoE) dan VLAN tambahan untuk VoIP

 

Distribution Layer

Distribution Layer atau lapisan distribusi data yang diterima dari access layer aktif sebelum dikirim ke core layer untuk routing ke tujuan akhir. Pada Gambar 2, distribution layer adalah batas antara Layer 2 domain dan Layer 3 dialihkan jaringan.

Gambar 2 

 Perangkat distribution layer adalah titik fokus dalam lemari kabel. Router atau switch multilayer digunakan untuk kelompok kerja segmen dan mengisolasi masalah jaringan di lingkungan kampus. Distribution layer dapat memberikan jasa hulu selama bertahun access layer switch.

Distribution layer dapat memberikan :

·         Agregasi dari LAN atau WAN link.

·   Keamanan berbasis kebijakan-dalam bentuk daftar kontrol akses (ACL) dan penyaringan.

·         Layanan routing antara LAN dan VLAN dan antara routing domain (misalnya, EIGRP untuk OSPF).

·         Redundansi dan load balancing.

·     Sebuah batas untuk rute agregasi dan summarization dikonfigurasi pada interface menuju core layer.

·        Broadcast domain control, karena router atau switch multilayer melakukan siaran tidak maju. perangkat bertindak sebagai titik demarkasi antara domain broadcast.

 

Core Layer

Core Layer atau lapisan inti juga disebut sebagai tulang punggung jaringan. Lapisan inti terdiri dari perangkat jaringan berkecepatan tinggi seperti Catalyst Cisco 6500 atau 6800. Ini dirancang untuk beralih paket secepat mungkin dan interkoneksi beberapa komponen kampus, seperti modul distribusi, modul layanan, pusat data, dan WAN edge.

Seperti ditunjukkan dalam Gambar 3, lapisan inti sangat penting untuk interkoneksi antara perangkat distribution layer (misalnya, interkoneksi blok distribusi ke WAN dan Internet edge).

Gambar 3

Core harus sangat tersedia dan berlebihan. inti agregat lalu lintas dari semua perangkat distribution layer, sehingga harus mampu meneruskan data dalam jumlah besar dengan cepat.

Pertimbangan pada core layer meliputi :

·         Menyediakan kecepatan tinggi switching (yaitu, transportasi cepat)

·         Kehandalan menyediakan dan toleransi kesalahan

·         Scaling dengan menggunakan lebih cepat, dan tidak lebih, peralatan

·         Menghindari CPU-intensif manipulasi paket yang disebabkan oleh keamanan, pemeriksaan, kualitas layanan (QoS) klasifikasi, atau proses lainnya.

4. Access Point

Access Point adalah sebuah perangkat jaringan yang berisi sebuah transceiver dan antena untuk transmisi dan menerima sinyal ke dan dari clients remote. Dengan access points (AP) clients wireless bisa dengan cepat dan mudah untuk terhubung kepada jaringan LAN kabel secara wireless.

fungsi access point

 

Secara garis besar, access Point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).

Atau jika ingin diperinci lebih jelas lagi fungsi access point adalah sebagai berikut :

1. Mengatur supaya AP dapat berfungsi sebagai DHCP server

2. Mencoba fitur Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access(WPA)

3. Mengatur akses berdasarkan MAC Address device pengakses

4. Sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel.     

 

 

 

 

 

 

 

 

TUGAS PERTEMUAN 14 MEMBUAT TOPOLOGI SEDERHANA

1.   Jalankan aplikasi Packet Tracer, lalu buatlah topologi jaringan seperti di atas , di sini kita menggunakan 1 Router (1941), 2 Switch (2...