Router adalah suatu alat yang ibaratnya perantara, jadi si router ini berguna untuk menguhubungkan beberapa jaringan/network, baik itu jaringan yang sama atau jaringan yang berbeda dari segi teknologinya karena alat yang berbeda semisal topologi bus, star, atau ring.
Router merupakan komputer yang memiliki komponen yang diperlukan untuk beroperasi, yang terdiri :
• Central Processing Unit (CPU)
• Sistem operasi (OS) - Router menggunakan Cisco IOS
• Memori dan penyimpanan (RAM, ROM, NVRAM, Flash, hard drive)
Router bertanggung jawab untuk melakukan routing lalu lintas antar jaringan.
Gateway adalah suatu perangkat yang menghubungkan jaringan yang satu atau lebih jaringan dengan media komunikasi yang berbeda sehinga informasi pada saat jaringan di alihkan akan berbeda dengan media jaringan yang berbeda.
Komputer dengan media komunikasi yang berbeda sehinga informasi pada saat jaringan komputer di alihkan akan berbeda dengan media jaringan yang berbeda.
CARA KERJA ROUTER
fungsi router adalah untuk menghubungkan beberapa jaringan dan memfasilitasi transmisi antar jaringan tersebut. Dalam hal ini, router membutuhkan setidaknya dua kartu jaringan atau NIC (Network Interface Car) yang dipasang pada setiap jaringan.
Konfigurasi Dasar Router Cisco
Anda ingin belajar bagaimana cara mengkonfigurasi router cisco? jangan khawatir , kali ini saya akan memberikan sedikit pengalaman tentang bagaimana mengkonfigurasi router cisco. Namun pada kesempatan ini saya hanya akan membahas tentang konfigurasi dasar, yaitu konfigurasi yang umumnya dilakukan oleh seorang administrator. Ok, simak saja, bahasan berikut ini.
Untuk mengkonfigurasi router dilakukan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah, membangun sesi console. Sesi console dibentuk dengan menghubungkan port console yang ada pada router dengan port COM 1 yang ada pada PC.
Seteleh sesi console terbentuk, selanjutnya mengaktifkan terminal emolusi, yang lazim digunakan pada Sistem Operasi windows adalah hyperterminal.
Aktifkan hyperterminal, pastikan port yang dipilih adalah COM1, lalu konfigurasi :
Bits per second : 9600 bps
Data bits: 8
Parity : none
Stop bits:1
Flow control : none
Kemudian hidupkan router (power on), router akan melakukan proses boot up, setelah proses boot up selesai router akan menampilkan pesan “Would you like enter initial configuration dialog?” sebaiknya jawab “no”. lalu router menampilkan pesan “Press return to get start”. Untuk memulai kita tekan tombol “Enter”. Pada router yang belum dikonfigurasi maka router akan menampilkan prompt “router>” yang menandakan kita berada pada modus operasi user EXEC.
untuk memulai konfigurasi ketikan “enable” seperti contoh berikut :
Router> enable
Router#
Saat ini kita telah berada pada modus operasi privilege EXEC, konfigurasi biasanya dilakukan pada modus global configuration, artinya konfigurasi yang dilakukan pada modus ini akan mempengaruhi seluruh sistem. Kalau sebelumnya kita berada pada modus privillege EXEC maka untuk beralih ke modus global configuration perintahnya adalah:
Router#config terminal atau Router#conf t
Beberapa konfigurasi dasar yang perlu dilakukan adalah :
1. Hostname
sebagai pengenal agar sistem lebih mudah mengenali aksesi perangkat yang kita gunakan. Dan disini kita akan melakukan konfigurasi hostname pada perangkat yang ada di cisco packet tracer, misalnya switch dan router.
syntax :
cisco(config)#enable password kata-password yang diiinginkan
misal kata-password yang diinginkan adalah cisco, maka bentuk perintahnya
cisco(config)#enable password cisco
2. Enable Secret
Fungsinya untuk mengaktifkan kata secret pada perintah enable, fungsinya sama dengan perintah enable password, namun enable secret memiliki prioritas yang lebih tinggi dan kata secret dalam bentuk terenkripsi.
syntax :
cisco(config)#enable secret kata-secret yang diinginkan
misal kata secret yang diinginkan adalah class, maka bentuk perintahnya adalah
cisco(config)#enabel secret class
3. Line Console
sebuah port pada switch/router yang digunakan untuk untuk bisa mengakses melalui kabel console pada switch/router cisco yag menggunakan cli bukan gui.Dan juga mengamankan konfigurasi konfigurasi dalam switch/router jika ada yang mau masuk kedalamnya.jadi line console juga bisa bisa digunakan sebagai pengaman router cisco maupun switch cisco.
Contoh :
cisco(config)#line console 0
cisco(config-line)#password kata-password yang diinginkan
cisco(config-line)#exec-timeout 5
cisco(config-line)#login
4. Line auxiliary
Berfungsi mengaktifkan password di line aux, agar hanya pengguna yang memiliki password saya yang bisa mengakses router via line aux. Router hanya memiliki 1 buah line aux.
cisco(config)#line aux 0
cisco(config-line)#password kata-password yang dibuat
cisco(config-line)#exec-timeout 5
cisco(config-line)#login
5. Line Virtual Terminal
Mengaktifkan password pada line virtual terminal, agar hanya orang yang mengetahui/ memiliki password saya yang bisa mengakses router melalui line virtual terminal. Router hanya memiliki 5 buah line virtual terminal (vty).
cisco(config)#line vty 0 4
cisco(config-line)#password kata-password yang diinginkan
cisco(config-line)#exec-timeout 5
cisco(config-line)#login
Adapun penjelasan melalui video :











