Sabtu, 26 September 2020

Cara Menghintung Network Host dan Menentukan Broadcast Secara Cepat Dan Mudah

 Sabnetting sering diartikan sebagai metode yang dilakukan untuk membagi blok setiap alamat IP address menjadi beberapa blok IP address. Dari blok yang rentang IP address nya banyak dibuat sehingga membentuk rentang IP address yang lebih sedikit.Sebelum melanjutkan lebih jauh, ada baiknya jika kita mengenal dan memahami terlebih dahulu beberapa istilah yang sering digunakan dalam subnetting seperti di bawah ini.

Network address adalah sebuah alamat IP address yang dipakai untuk mewakili dari sekumpulan host yang tergabung dalam sebuah jaringan. Fungsinya adalah untuk menandai sebuah network agar dapat dibedakan dengan network yang lain. Karena fungsinya tersebut, network address juga dipakai untuk mengirimkan paket dari LAN ke LAN atau jaringan satu ke jaringan lain.

Broadcast address adalah alamat yang digunakan sebuah IP address untuk mengirim paket ke semua host yang ada pada sebuah jaringan/LAN. Berbeda dengan network address, broadcast address tidak diperuntukan untuk untuk mengirim paket ke jaringan lain.

Subnet mask adalah bagian IP address yang dapat menggambarkan jumlah host dari sebuah jaringan. Contoh dari subnetmask, 255.255.255.0 (subnetmask desimal) kemudian dikonversi ke bilangan binary menjadi 11111111.11111111.11111111.00000000 (subnetmask biner). Pada contoh tersebut bisa kita ketahui terdapat 8 bit angka biner nol, yang berarti jumlah host pada jaringan tersebut adalah 2^8 = 256 host. Karena bilangan tersebut berbentuk binary maka pemangkatan yang digunakan adalah 2.

Classless Inter-Domain Routing (CIDR) merupakan yang dipakai untuk mengalokasikan jumlah alamat yang ada pada blok tertentu. Predix memiliki 3 class yaitu class A, B, Dan  C. Pada IP Class C dilakukan CIDR pada okta terakhir Karena pada IP Adress kelas C subnet mask default nya adalah 255.255.255.0 (/24-/31), Pada IP Class B dilakukan CIDR pada 2 okta terakhir Karena pada IP Adress kelas B subnet mask default nya adalah 255.255.0.0 (/16-/23), dan Pada IP Class A dilakukan CIDR pada 3 okta terakhir Karena pada IP Adress kelas A subnet mask default nya adalah 255.0.0.0 (/8-/13).


Power of 2. Yang dimaksud dengan power of 2 adalah pemangkatan angka 2 dengan bilang mulai dari nol, 1, 2 dan seterusnya, yang penting bilangan tersebut haruslah angka genap positif. Yang mesti diingat dalam pemangkatan angka 2 adalah sebagai berikut:


2^0 = 1
2^1= 2
2^2=2 x 2 = 4
2^3=2 x 2 x 2 = 8
2^4= 2 x 2 x 2 x 2 = 16
2^5= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 32
2^6= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 64
2^7=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 128
2^8=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 256
2^9=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 512
2^10= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 1024

Rumus Dasar:     

  •   untuk menghitung jumlah Host yang tersedia => 2n -2 (n=jumlah nol yang tersedia dalam kolom perhitungan netmask)
  • untuk perhitungan jumlah network yang tersedia => 2n (n= jumlah angka 1 dalam perhitungan net mask)

Contoh, misalnya 192.168.100.104/24. Agar lebih mudah memahaminya, saya gunakan CIDR dalam penulisan IP address nya. Sebelum lanjut, saya akan manampilkan CIDR secara lengkap.

Subnet mask         CIDR/Notasi
255.0.0.0                /8
255.128.0.0            /9
255.192.0.0            /10
255.224.0.0            /11
255.240.0.0            /12
255.248.0.0            /13
255.252.0.0            /14
255.254.0.0            /15
255.255.0.0            /16
255.255.128.0         /17
255.255.192.0         /18
255.255.224.0         /19
255.255.240.0         /20
255.255.248.0         /21
255.255.252.0         /22
255.255.254.0         /23
255.255.255.0         /24     ———–> # Awal dari Class C
255.255.255.128     /25
255.255.255.192     /26
255.255.255.224     /27
255.255.255.240     /28
255.255.255.248     /29
255.255.255.252     /30

Setelah itu kita rubah 104 menjadi bilangan biner.


Berdasarkan table di atas 104 = 01101000                                                                                          Berdasarkan aturan standar (lihat tabel prefix/CIDR), /29 masuk di bagian /24 (class C), maka 29-24 = 5
kita sekat menjadi 2 bagian 

01101.000 = Net ID = 192.168.100.104/29

Tambahakn dengan 1, contoh = 104+1 = 105

01101.001 = IP Pertama= 192.168.100.105/29

Tambahkan dengan 5, 105+5 = 110

01101.110= IP Tertinggi = 192.168.100.110/29

Tambahkan dengan 1, 110+1 = 111

01101.111= Broadcast= 192.168.100.111/29

Netmasknya adalah 255.255.2555.11111000 = 255.255.255.248

 

Jumlah Network yang terbentuk adalah 2n =25 = 32 network

Jumlah Host yang terbentuk adalah 2n  -2= 23 -2= 8-2= 6 host

 

Jadi, jumlah host standar dalam perhitungan IP class C dengan prefix /24 adalah 254 host. (Misal IP 192.168.10.1/29, maka net id nya adalah 192.168.10.0, renge IP: 192.168.10.254, broadcast: 192.168.10.255)

 

Dari situ, kita dapat meliaht Net ID, Range IP, dan broadcastnya. Angka 254 diambil dari renge IP. Angka 254 ini nantinya akan ditambah 2, yakni alamat network (Net ID) dan Broadcastnya.

Trik Cepatnya adalah, Jumlah host yang tersedia : 254-248 = 6 host



Sumber Video : https://www.youtube.com/watch?time_continue=400&v=1U6TEoGTv08&feature=emb_logo


Nama : Muhamad Fikrinoor Jayalaksana

Nim : 17190053


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS PERTEMUAN 14 MEMBUAT TOPOLOGI SEDERHANA

1.   Jalankan aplikasi Packet Tracer, lalu buatlah topologi jaringan seperti di atas , di sini kita menggunakan 1 Router (1941), 2 Switch (2...